Home > Opini Bangsa > Kesehatan yang Tak Terbeli

Kesehatan yang Tak Terbeli

Tulisan ini terlambat masa edarnya namun it’s oklah.

Kembali terjadi di tanah air tercinta Indonesia ini beberapa waktu yang lalu kejadian yang menggemparkan.  Lahirnya dukun cilik asal Jombang bernama Ponari. Dengan batu bertuahnya dia mampu mengobati segala penyakit. Dari yang ringan sampai yang parah. Beberapa pasien Ponari pun ada yang memberikan pendapat setuju atas kesembuhannya dan tidak sedikit yang memberikan nada tidak setuju untuk kesembuhannya.

Melihat fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan atas kejadian tersebut.

APAKAH KESEHATAN YANG DICANANGKAN OLEH PEMERINTAH SUDAH TIDAK MAMPU TERBELI OLEH MASYARAKAT??

Mari kita mencoba mengingat beberapa kejadian di masa lampau dimana banyak masyarakat kurang mampu ditolak berobat oleh pihak rumah sakit meskipun sudah dalam keadaan sekarat. Pemerintah melalu ibu menteri terhormatnya melayangkan surat peringatan kepada rumah sakit yang terkait dengan insiden tersebut supaya tidak mengulangi perbuatannya atau dicabut ijin usahanya.

Disaat ekonomi saat ini sedang carut marut membuat kesehatan tersebut semakin mahal harganya sehingga masyarakat yang tidak mampu untuk membeli kesehatan tersebut beralih pada pengobatan alternatif. Mereka seakan tidak memperdulikan metode kesehatan tersebut dan yang ada di dalam benak mereka adalah supaya penyakit mereka sembuh ntah bagaimana caranya.

Susah begitu parahkah harga kesehatan di negeri tercinta Indonesia ini??

Atau sudah hilangkah kepercayaan masyarakat Indonesia akan kesehatan “formal” yang ada di Indonesia??

Sungguh sangat ironis, pemerintahan sekarang mengiklankan bahwa selama pemerintahannya dapat menurunkan harga BBM, dapat meningkatkan hasil panen dsbnya namun kesehatan masyarakat semakin tak terbeli.

Ponari dan Kampanye Politik

Kabar tentang dukun cilik Ponari muncul disaat para elite politik mulai bermunculan untuk berkampanye mencari simpatisan supaya jalan menuju RI 1 semakin mulus. Banyak iklan dimunculkan untuk serang menyerang antar politik. Namun sayangnya tidak banyak partai politik yang membahas tentang kesehatan, pendidikan.

Kabar tentang Ponari dapat menjadikan cermin untuk para elite politik kita, bagaimana keadaan kesehatan di Indonesia sekarang ini. SUDAH TIDAK TERBELI. Mampukah RI 1 yang akan datang membuat supaya kesehatan tersebut dapat terbeli kembali oleh masyarakat kurang mampu? Mampukah RI 1 memberikan sangsi tegas kepada rumah sakit – rumah sakit yang “nakal”?

Bagaimana Indonesia dapat maju apabila pendidikan dan kesehatan saat ini sudah tidak mampu di beli oleh masyarakat. Dengan keluarnya BHP, dengan komersialisasi rumah sakit membuat Indonesia semakin terpuruk.

Mari calon RI 1, cobalah bercermin pada fenomena Ponari. Mampukah engkau para calon RI 1 memperbaiki sendi utama kehidupan negara kita tercinta Indonesia ini.

Jangan hanya bisanya saling menyikut, saling menyalahkan, mengeluarkan kontrak politik yang muluk-muluk.

  1. antimabuk
    February 19, 2009 at 10:18 am

    ponari…ponari…., kenapa kau lecehkan para caleg dan paramedis. Tak pasang gambar caleg pun ponari bisa jadi bintang. Tak sekolah medis pun ponari bisa praktek pengobatan. Kasihan para dokter kehilangan lahan kekayaan. Kasihan para caleg yang pasang gambar di pohon-pohon dan iklan namun tak bisa populer. Nasib…..nasib…., berita ponari lebih populer ketimbang berita caleg, salut buat ponari……

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: