Home > Opini Bangsa > Blue Energy : Dipersimpangan Antara Pertentangan dan Kreatifitas Anak Bangsa

Blue Energy : Dipersimpangan Antara Pertentangan dan Kreatifitas Anak Bangsa

Dikutip dari http://en.wikipedia.org/wiki/Blue_energy

Blue energy, osmotic power or salinity gradient power is the energy retrieved from the difference in the salt concentration between seawater and river water. Two practical methods for this are Reverse Electrodialysis [1] (RED), or Pressure Retarded Osmosis [2] (PRO).

Suatu terobosan untuk menciptakan bahan bakar alternatif yang sangat murah dan tidak akan habis karena mempergunakan bahan yang selalu diperbaharui. Suatu terobosan yang sudah seharusnya terus dikembangkan untuk menuju pada suatu kesempurnaan.

Penelitian yang telah dimulai di Nganjuk – Jawa Timur oleh Joko Suprapto untuk kalangan Indonesia. Suatu kreatifitas anak bangsa yang sudah sepatutnya di dukung oleh pemerintah Indonesia. Dengan slogan “Indonesia Bisa” yang digembar-gemborkan oleh presiden SBY, maka sudah semestinya setiap elemen bangsa mendukung dan mewujudkan slogan tersebut untuk keluar dari permasalahan bangsa yang entah sampai kapan akan berakhir.

Sebenarnya masih banyak suatu penemuan yang seharusnya didukung oleh setiap elemen bangsa ini. Masih hangat dalam pikiran kita terhadap suatu bahan bakar alternatif yang terbuat dari kotoran sapi. Suatu penemuan yang luar biasa untuk menggantikan LPG keluaran Pertamina yang harganya meroket jauh melampaui batas kemampuan daya beli masyarakat Indonesia. Namun sangat disayangkan bahwa pemerintah seakan cuek bebek dalam menanggapi penemuan tersebut. Tak ada tindak lanjut dari penemuan tersebut, sehingga hanya masyarakat tertentu saja yang dapat menikmati hasil dari penemuan tersebut. Apabila pemerintah mau lebih konsen terhadap penemuan tersebut, alangkah murahnya bahan bakar gas yang dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Namun sayang seribu sayang, penemuan blue energy mengalami suatu pertentangan hebat. Hal tersebut dipelopori oleh UMY. Entah atas dasar apa pihak akademisi tersebut mempersoalkan penemuan tersebut sampai ke pihak kepolisian. Antara kekalahan langkah dalam penemuan atau memang benar-benar suatu penipuan publik yang telah dilakukan oleh Joko Suprapto. Hal pelaporan tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi. Alangkah lebih mulianya apabila pihak UMY mau bekerja sama dengan Joko Suprapto untuk terus mengembangkan blue energy tersebut, bukannya malah mencerca hasil temuan dari Joko Suprapto tersebut.

Apabila ada kesinambungan dan dukungan dari setiap elemen bangsa ini, maka slogan “Indonesia Bisa” akan segera terwujud dan Indonesia akan dengan sesingkat-singkatnya keluar dari permasalahan bangsa yang selama ini membelenggu bangsa ini.

  1. Daniel
    July 24, 2008 at 5:41 am

    Bener.Liat az film Jimy Neutron.Dia bisa aja ngbah nafas untk menerbangkan semacm “jet pack”nya.Bkan mustahal merbah air menjdi smcam bhan bkar.Memang saya bkn anak kimia yg mengrti tentg senyawa karbon.Tpi saya yakin dngan ktkunan dan jangan lpa brdoa,mka semwa mimpi qta bisa sja terlaksana.Go Indonesia!!!!!!!

  2. Bramazie
    July 24, 2008 at 5:50 am

    Saya s7 dgan usul saudra daniel.Memg film fiksi smcm jimy neutron bisa saja mempngrhi qta untk mengbh sestu yg kliatanya musthil menjdi sesuatu yg nyata.Sbnarnya bkanya tdk mgkn hal yg diutrkan pak joko trsbt tdk benar.Dlm film2 fiksi jga serng terjdi hal smcm ini.Si pnemu trz dibenci oleh smw org.Namun dlm crta, stlah hal yg dlkukan penemu bnar2 ada mereka bru menydri dan bru mau mengkui si penmu.Jngan menyrah kalian pra ilmuan.Mgkn itu ujian bgi xae smua.Hdup indonesiaq!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: