Home > Opini Bangsa > Selamat Jalan Sang “Smilling General”

Selamat Jalan Sang “Smilling General”

Minggu, 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB usai sudah Soeharto menutup usianya tepat di umur 86 tahun di RSPP Jakarta. Terlahir pada tanggal 8 Juni 1921, dari pasangan seorang petani di desa Kemusuk Bantul Yogyakarta, mantan presiden Soeharto memulai hidupnya.

Pengalaman masa kecilnya membuat sosok Soeharto semakin matang dalam menjalani hidup di kemudian hari. Soeharto mulai bergabung dengan KNIL Belanda pada masa Perang Dunia II dan kemudian bergabung dengan PETA pada masa penjajahan Jepang. Setelah proklamasi, Soeharto kembali dipercaya untuk merebut kota Yogyakarta dari tangan Belanda. Perebutan ini kemudian dikenal dengan Serangan 1 Maret yang berlangsung hanya 6 jam.

Banyak kontroversi yang mengiringi perjalanan Soeharto dan akhirnya pada tanggal 1 Oktober 1965 beberapa pasukan pengawal kepresidenan Tjakrabirawa dibawah kepemimpinan Letkol Untung Syamsuri menculik dan membunuh 6 jenderal. Peristiwa ini memicu Mayjen Soeharto untuk mengambil tindakan mengamankan Jakarta. Hal ini dilakukan setelah mendapatkan kabar bahwa Letjen Ahmad Yani, Menteri / Panglima Angkatan Darat tidak diketahui keberadaannya. Menurut kebiasaan yang berlaku di Angkatan Darat apabila Panglima Angkatan Darat berhalangan hadir maka Panglima Kostrad – lah yang menjalankan tugas. Tindakan ini diperkuat dengan turunnya Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberikan kewenangan dan mandat kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Langkah yang diambil Soeharto adalah menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI). Tindakan ini sempat ditentang oleh Presiden Soekarno.

Soeharto akhirnya menerima jabatan Presiden setelah pertanggungjawaban presiden Soekarno ditolak oleh MPRS pada tahun 1967. Masa inilah yang kemudian dikenal sebagai masa Orde Baru. Selama masa pemerintahan Orde Baru inilah, pembangunan di Indonesia meningkat tajam. Banyak pembangunan-pembangunan di segala sektor meskipun sebagian besar tertumpu pada pembangunan di Pulau Jawa. Kekuasaan Soeharto yang telah berlangsung selam 32 tahun harus berakhir pada tanggal 21 Mei 1998, dimana tahun sebelumnya Indonesia mengalami kiris finansial. Hal inilah yang memicu para mahasiswa hampir di seluruh Indonesia melancarkan gerakan demo menuntut Soeharto turun dari tahtanya.

Setelah lengser dari tahta kepresidenan, tuntutan demi tuntutan baik itu pidana maupun perdata sering dilontarkan ke Cendana dimana Soeharto menghabiskan masa hidupnya disana. Selain itu, sering terdengar kabar bahwa Soeharto seringkali keluar masuk RSPP. Entah benar-benar sakit atau hanya katabelece untuk menghindari tuntutan hukum, hanya Tuhan dan Cendana yang tahu.

Dan pada akhirnya, drama kehidupan dengan tokoh utama Sang “Smilling General” berakhir pada hari Minggu tanggal 27 Januari 2008 di RSPP. Soeharto menghembuskan nafas terakhirnya di RSPP lantai 5. Segala daya dan upaya telah dikerahkan oleh seluruh anggota keluarga untuk menyembuhkan Soeharto, namun sang Maha Kuasa berkehendak lain.

SELAMAT JALAN SANG “SMILLING GENERAL” SOEHARTO, SMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DI SISI YANG MAHA KUASA. AMIN.

Categories: Opini Bangsa
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: