Home > Opini Bangsa > Indonesia Berkabung, Miskin = Mati

Indonesia Berkabung, Miskin = Mati

Kembali lagi Indonesia berkabung karena telah matinya salah satu putra bangsa mati dikarenakan kemiskinan. Seorang bayi bernama Adriansyah (7 bulan) di Kabupaten Lebak,Banten,menerima kontrak hidup yang sangat singkat. (http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.26.20342092&channel=&mn=&idx=)

Sekali lagi,kemiskinan sebagai kambing hitam untuk suatu masalah kesehatan yang menimbulkan kematian insan bangsa ini. Namun aparat kesehatan tidak pernah mau berkaca diri,apakah mereka mau menerima pasien dari kalangan kluarga miskin? Apakah ASKESKIN dapat mereka terima? Selalu saja ada alasan yang keluar dari mulut manis para penerima pasien dan alasan tersebut sudah merupakan lagu lama dan terdengar sangat nyaring di telinga para kluarga miskin. “Tidak ada kamar kosong”,alasan manis untuk tegas menolak.

Yang ada hanyalah kata “pasrah” menunggu sang Maha Kuasa menjemput untuk menyelesaikan kontrak hidup para kluarga miskin.

Uang telah mematikan rasa kepedulian terhadap sesama dan hukum rimba terus bermain di segala sendi kancah kehidupan manusia Indonesia. No money,urusan seret.Inilah realita Indonesia.

Sekian laporan langsung dari depan RSUD Rakyat Menjerit, Rangkasbitung

Dilaporkan langsung oleh
Reporter Bangsa Sekarat untuk Radio Kritis Bangsa, 86.86 Mhz

Categories: Opini Bangsa
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: