Mujizat-Mu masih terjadi Tuhan

September 15, 2009 1 comment

Tulisan dibawah ini merupakan kisah tentang cinta, kasih Yesus terhadap keluargaku saat istriku menjalani proses melahirkan sampai pada keluarnya anakku dari Rumah Sakit.

Rabu, 26 Agustus 2009 adalah hari untuk memulai pengalaman baruku dan menaikkan levelku ke tingkat lebih tinggi lagi. Pagi itu, setelah bangun tidur lalu bergegas untuk mandi. Setelah mandi, kusiapkan barang-barang yang akan aku bawa ke rumah sakit. Bersama mantan pacarku tercinta (sekarang udah jadi istri🙂 ) aku bersama keluargaku yg lain meluncur menuju rumah sakit karena hari itu adalah hari kelahiran dari buah cinta kami. Setelah menunggu lebih dari 9 bulan 10 hari lewat 12 hari, akhirnya hari penantian itu tiba. Setiba di Rumah Sakit kira-kira jam 12 siang WIB, istriku langsung mendapatkan penanganan dari suster-suster yang sedang bertugas saat itu. Tak selang berapa lama, aku pun ketemu dengan dokter yang selama ini merawat istriku sewaktu masa kehamilannya.

“Gimana dok kondisi istri saya, apakah perlu dipacu (mengingat dokter pernah berkata untuk dilakukan proses pacu saat pemeriksaan terakhir)?” tanyaku pada sang dokter.

Dokter pun menjawab, “Baik semua, sudah bukaan 2 cm gak perlu dipacu, kita lihat lagi nanti”.

Sudah plong hati ini mendengar jawaban dari sang dokter kandungan tersebut.

Dengan rasa harap-harap cemas menunggu kelahiran anakku tercinta, aku berusaha untuk menghibur istriku yang sudah masuk di ruang bersalin. Istriku pun sempat jalan-jalan untuk mempercepat bukaan rahimnya. Sampai sekitar  jam 12 siang, istriku sudah mengeluarkan darah. Hatiku semakin plong, karena aku pikir bukaannya sudah bertambah (mengingat selama kehamilan istriku tidak mengalami pendarahan apa pun meski pun waktu perkiraan kelahiran sudah lewat 12 hari). Lalu istriku pun kembali masuk ke ruang bersalin untuk mengganti bajunya dengan kain jarik. Di dalam ruang bersalin, istriku kembali dicek oleh suster yang bertugas. Suster tersebut mengecek tensi darah istriku.

“15 12” kata sang suster.

Seperti tersambar petir mendengar tensi istriku yang langsung naik drastis.

Lalu suster pun bertanya kepada istriku,

“Apa ibu merasa pusing??”,

“Nggak sus” jawab istriku.

Suster pun tak percaya dengan apa yang telah dia ukur, maka dilakukan pengukuran ulang. Hasilnya tetap sama 15 11. Lalu suster pun mengganti alatnya. Hasilnya juga tetap sama 15 11. Mulailah aku merasa down.

Kutanyakan efek dari tensi tersebut.

“Klo kondisi tetap seperti ini, maka akan berbahaya terhadap sang ibu, ibu bisa mengalami stroke, gagal lahir sewaktu proses melahirkan nantinya” jawab sang suster

Wah tambah stres aku mendengar jawaban dari sang suster.

Akhirnya kuputuskan untuk menjemput ibu mertuaku dan kakakkulah yang aku maintain tolong buat jemput ibu mertuaku. Dengan pemikiran dan harapan, klo istriku ditemani oleh ibunya, kondisi mentalnya akan lebih tenang dan tensinya pun ikut turun. Akhirnya ibu mertuaku tiba juga di Rumah Sakit, lalu kuceritakan kondisi istriku dan ibu mertuaku pun langsung menengok anaknya di dalam ruang bersalin dan melakukan penghiburan. Dengan kondisi sudah mulai down secara mental, aku pun mondar-mandir keluar masuk ruang bersalin.

“Suster, kapan istri saya dicek lagi bukaannya?” tanyaku ke suster yang sedang jaga.

“Nanti pak sekitar jam 6 sore” sahut sang suster.

Akhirnya suster pun mengambil keputusan untuk merawat istriku secara intensif. Lupa aku nama perawatannya. Yang masih aku ingat adalah istriku dipasangi alat monitoring untuk tensi dan detak jantung untuk ibu dan anaknya. Selama masa penantian untuk menuju ke jam 6 sore, aku pun sering keluar masuk ruang bersalin hanya untuk mengecek apakah ada perubahan pada istriku. Kulihat angka 140 pada monitoring tensi dan (angkanya lupa) pada monitoring detak jantung sang bayi. Detak bayi tersebut kadang hilang sendiri tapi hanya sebentar lalu timbul rasa penasaran dengan kondisi tersebut.

“Klo detak sang bayi hilang-hilang gini gimana sus efeknya dan normalnya apa begini” tanyaku pada suster karena rasa penasaranku.

“Gak papa pak, mungkin alatnya ini yang kurang pas, karena alatnya ini memang sangat sensitive” jawab suster tersebut.

Oklah pikirku, karena memang aku tidak tahu menahu tentang alat-alat medis. Akhirnya aku pun percaya aja sama apa yang dijelaskan oleh suster tadi. Aktifitas keluar masuk ruang bersalin pun terus berjalan sambil menanti jam 6 sore. Melihat monitoring tensi dan detak jantung anakku pun tetap berjalan. Tanpa ada perubahan berarti dari tensi istriku, cuma dikisaran 140 – 150 terus. Kok gak turun – turun yang pikirku. Kuhibur istriku supaya kondisi mentalnya lebih tenang dan dengan harapan tensinya pun ikut turun. Selama masa penantian pun aku terus berharap supaya pas jam 6 sore nanti aku mendapatkan kabar yang menggembirakan. Bukaan istriku akan cepat.

Akhirnya, jam 6 sore telah tiba. Rasa penasaran yang aku pendam kurang-lebih 5 jam yang lalu akhirnya keluar dari mulutku.

“Gimana sus, sudah ada perkembangan?” tanyaku dengan rasa cemas dan harapan.

“Sudah bukaan 3 pak, nanti kita tunggu lagi jam 9 malam untuk tahu perkembangan selanjutnya” jawab suster memenuhi rasa penasaran, cemas dan harapanku.

Sedikit rasa kecewa pun meliputi hatiku.

“Wah baru bukaan tiga, masih ada 7 bukaan lagi” pikirku.

Ibu mertuaku pun ikut menghibur aku dengan perkataan – perkataan yang menimbulkan harapan baru. Detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam pun aku lewati bersama keluarga yang saat itu menunggu istriku di Rumah Sakit. Dengan perasaan penasaran, cemas dkknya, aku pun menunggu datangnya jam 9 malam.

Jam 9 malam pun mulai menyambut. Sekali lagi, rasa penasaranku harus aku tuntaskan.

“Gimana sus, ada perkembangan tidak istri saya?” tanyaku kembali kepada suster.

“Masih bukaan tiga pak, dan ini sudah saya telponkan ke dokternya dan kata dokternya harus dipacu tapi nunggu dokter jaganya dulu untuk konfirmasinya” jawab susternya.

“Kondisi ibunya juga harus bagus pak, tensinya harus dibawah 150” lanjut susternya memberikan keterangan kepadaku.

Semakin down aja mentalku ini.

“Tapi gak masalah lah klo masih bisa melahirkan secara normal” pikirku.

Semakin cemas hatiku menunggu dokter jaganya datang. Dengan perasaan tak karuan, aku mondar – mandir keluar masuk ruang bersalin bergantian dengan ibu mertuaku. Pada kunjungan terakhirnya ibu mertuaku, beliau menyuruh aku untuk masuk ke dalam sambil menunggu dokter jaganya. Aku sengaja agak mengulur waktu biar istriku dapat istirahat dengan tenang supaya tensinya pun ikut turun. Akhirnya kuputuskan sekitar jam 10 malam, aku masuk ke ruang bersalin dan yang pertama kulihat adalah tensi dari istriku.

“Puji Tuhan, tensimu dah 134 mi” kataku ke istriku.

“Wah brarti siap buat di pacu” pikirku dalam hati.

Tapi tak selang berapa lama, kudengarkan suara detak jantung dari anakku mulai melemah dan melemah dan akhirnya hilang. Dan disaat yang bersamaan istriku mengalami kontraksi hebat. Dengan bergegas kutemui suster.

“Sus, detak jantung bayinya kok semakin lemah ya” tanyaku ke suster.

Suster pun bergegas beranjak dari tempat duduknya dan melihat kondisi istriku.

“Miring ke kiri bu….” perintah suster kepada istriku.

“Klo kondisinya seperti ini terus, lahirannya gak bisa lewat jalan bawah” kata suster menyambung perintah sebelumnya.

“Bisa dikatakan kondisi tidak bagus klo kejadian ini terulang berapa kali sus” tanyaku pada suster.

“Klo sudah sampai 2 kali, dokter pasti menganjurkan untuk operasi” jawab suster terhadap pertanyaanku tadi.

Aku pun berdoa dan berharap supaya detaknya kembali lagi dan terus normal sampai proses pacu kehamilan nanti. Akhirnya, detak jantung anakku kembali lagi sekitar 140-an. Jumlah detak ini kata susternya adalah detak jantung normal dari bayi. Aku pun sedikit merasa plong hati ini. Suster pun belum beranjak dari samping istriku. Tanpa diduga dan tanpa disangka kejadian serupa pun terulang kembali. Semakin down mentalku. Karena melihat kejadian tersebut, suster pun bergegas menelepon dokter kandungan istriku. Tak selang berapa lama, detak jantung anakku pun mulai hilang lagi dan kejadian ini terulang sebanyak 2-3 kali setelah 2 kejadian sebelumnya. Jadi total bayiku hilang detak jantungnya dari monitoring sekitar 4-5 kali. Karena kejadian tersebut terus berulang, aku mulai panik dan memanggil kembali suster tadi yang menangani.

“Sus, hilang lagi nih” kataku dengan agak panik.

Suster pun bergegas menghampiri istriku. Suster pun melakukan tindakan medis yang diperlukan dan tak berselang lama, aku pun dipanggil oleh suster tersebut.

“Pak ini sudah tidak bisa lewat jalan bawah dan harus di cesar” kata suster.

“Karena kejadian ini sudah lebih dari 2 kali dan dokter pun meminta untuk segera di operasi malam ini juga. Hal ini terjadi kemungkinan karena kalung usus atau tali pusatnya membuat simpul” lanjut sang suster.

“Bapak dimohon untuk mengisi form – form persetujuan berikut ini” lanjut sang suster lagi.

“Sus, apa gak bisa USG penyebabnya dimana?” tanyaku dengan harapan ada cara yang lain selain cesar.

“Bisa pak, tapi harus pakai USG 4 Dimensi” jawab susternya.

Dan entah kenapa, biasanya aku yang penuh dengan rasa penasaran, rasa selidik, tiba – tiba otakku berhenti untuk berfikir dan tidak terlalu merespon jawaban terakhir dari suster tadi.

“Seandainya sus, ntar istriku kondisinya kembali normal, apa bisa operasi ini dibatalkan??” tanyaku ke suster. Pertanyaan ini aku ajukan dengan harapan Tuhan Yesus akan melakukan mujizatnya yaitu melepaskan kalung usus dari leher anakku dan anakku pun bisa lahir normal.

“Sampai kapan pak mau nunggunya???” jawab suster dengan pertanyaan.

“Silahkan bapak konsultasi dulu dengan keluarga” sambung sang suster

Lalu aku pun keluar dari ruang bersalin dan menelpon orang tuaku. Suara diseberang pun mengatakan untuk secepatnya aja di operasi dan orang tuaku setuju.

“Uang darimana nih untuk nutup biayanya” pikirku.

Lalu kutemui ibu mertuaku dan aku katakan kondisinya bahwa harus di operasi. Ibu mertuaku pun cuma pasrah aja.

Sekali lagi otakku pun tidak bisa berfikir. Saat inilah aku memulai peperangan rohani. Di satu sisi ada yang mengatakan

“Klo kamu mengijinkan istrimu operasi brarti kamu gak percaya ama Yesus klo Dia bisa buat mujizat”.

Di sisi lainnya aku teringat akan kisah dari temanku dan perkataan dari temanku bahwa apa yang dia inginkan itu bukan kehendak Yesus tapi kehendak pribadinya sendiri karena temanku merasa mampu.

Disisi lain, aku diingatkan aku harus cerdik dan tulus seperti merpati. Semakin ruwet nih otak.

Aku dihadapkan pada 2 pilihan yaitu “Bayar mahal dengan pulang membawa anak atau bayar mahal tapi pulang bawa peti mati dan bendera merah”. Pilihan yang menurutku sama – sama beratnya. Harus bayar mahal untuk operasi cesar.

“Ah ya udah klo memang sama – sama bayar mahal, tapi aku pengen pulang bawa anakku ke rumah” kataku dalam hati.

Akhirnya kuputuskan untuk operasi dan aku pun menulis formulir persetujuan untuk dilakukan proses operasi. Setelah selesai menulis formulir persetujuan, aku pun menemani istriku yang masih terbaring di ruang bersalin. Disaat yang bersamaan, para suster mempersiapkan istriku untuk operasi. Aku pun melihat ke arah monitoring detak jantung anakku. Kulihat semuanya kembali normal. Aku mulai ngotot ke suster

“Sus, ini dah normal. Klo ditunggu lagi gimana?” kataku ke suster. Perkataan ini aku lontarkan dengan harapan sekali lagi, Yesus akan membuat suatu mujizat.

“Khan sekarang pakai oksigen pak dan mau nunggu sampai kapan lagi?” jawab suster.

Aku pun gak bisa berbicara dan otakku pun kembali lagi gak bisa digunakan untuk berfikir.

“Lah tadi juga pakai oksigen sus, tapi kondisinya sekarang khan udah beda” kataku ke suster sedikit ngotot mempertahankan keinginanku untuk bisa lahir normal (karena biayanya murah).

“Trus mau nunggu sampai kapan lagi pak. Kita gak bisa nunggu lagi” jawab suster dengan perkataan yang sama.

Akhirnya aku pun lemas dan mulai pasrah dengan keadaan yang aku hadapi saat itu. Dengan berat hati, kulepas istriku menuju ruang operasi.

Antara jam 10 – 10.30 malam istriku masuk ke ruang operasi Diluar ruang bersalin sudah menunggu kedua orang tuaku, ibu mertuaku serta saudaraku yang lain. Tak selang berapa lama, ayah mertuaku pun datang. Sekitar jam 11 malam, pendetaku datang ke Rumah Sakit dan dengan beda waktu yang sebentar, dokter jaga yang akan memberikan penjelasan dan konfirmasi tentang proses pacu istriku pun datang ke ruang bersalin. Kami pun berdoa bersama di depan ruang operasi.

Jam menunjukkan pukul 11.08 WIB malam. Terdengar suara tangis bayi dari dalam ruang operasi. Aku pun masih menunggu dengan harap cemas, karena saat itu ada ibu lain yang melakukan proses operasi juga. Masih dalam penantian, akhirnya susternya keluar memanggil.

“Suaminya Ny. Kristiani Wahyuningsih, bayinya udah lahir pak” kata suster dari balik pintu.

Aku pun bergegas masuk ke dalam ruang operasi.

“Laki apa perempuan sus??” tanyaku ke suster.

“Laki-laki pak, selamat ya pak” jawab suster sembari memberikan selamat.

Lalu kulihat anakku sudah di dalam boks perawatan bayi, aku pun mulai memegang anakku dari luar boks. Kulihat sangat putih sekali. Disaat bersaaman ada suatu suara dalam hatiku, ntah itu suara Yesus atau suara hatiku atau apalah yang mengatakan

“Inilah mujizat yang ingin Aku buat untuk kamu”

“Wah anakku putih nih, brarti ikut ibunya” pikirku saat itu. Soalnya aku sendiri kulitnya sawo matang cenderung busuk.😀. Aku pun langsung dipanggil oleh dokter anaknya yang sebelumnya telah aku tunjuk untuk mendampingi dokter kandungan dalam proses operasi tadi.

“Tadi anaknya ngalung usus, tali pusatnya dah gak berfungsi dan air ketubannya sudah hijau keruh pekat pak” terang dokter anak tersebut kepadaku tentang kondisi anakku.

“Bayinya harus segera dirawat di patologi pak dan harus diberikan obat – obatan ini. Karena harganya diatas 100 ribu, maka perlu konfirmasi dari pihak keluarga” kata dokter memberikan keterangan lanjutan.

Aku pun menandatangani tanda setuju dengan apa yang diajukan oleh dokter anak tersebut.

“Dok, boleh gak anaknya aku ambil gambarnya??” tanyaku ke dokter tersebut.

“Wah gak bisa pak, soalnya anak ini kondisinya kritis” sahut susternya.

“Bentar ajalah….” rayuku ke suster dan dokternya.

“Bentar ya pak, janji bentar ya….” kata susternya seakan menegaskan akan janjiku.

“Iya sus, sebentar aja” sahutku kembali.

“Baik pak, asal sebentar aja soalnya anak ini harus segera dirawat secepatnya” tegas dari susternya kembali.

“Ok, bentar aja ya pak” jawab dokternya mengijinkan.

Aku pun keluar dari ruang operasi untuk mengambil handycam yang telah aku siapkan. Rencananya handycam ini akan aku pakai untuk mengambil gambar saat istriku melahirkan secara normal. Aku pun kembali masuk ke dalam ruang operasi dan mulai mengambil gambar anakku. Sesuai dengan janjiku untuk sebentar saja mengambil gambarnya, maka aku pun hanya mengambil gambar cuma beberapa detik saja.

“Silahkan bapak tunggu di depan ruang radiologi, nanti istrinya keluar dari situ.

Menunggu agak lama sedikit, akhirnya istriku pun telah keluar dari ruang operasi dengan selamat.

Terima kasih Bapa di Surga, Tuhan Yesus Kristus, Roh Kudus sudah menyelamatkan anak yang Kau percayakan buat kami berdua dan juga sudah menyelamatkan istriku dari operasi cesar.

Bersambung…….

Masih ada mujizat Tuhan Yesus yang lainnya setelah proses operasi tersebut dan selama masa perawatan istriku dan anakku.

Once again, thank’s to Lord Jesus……

You’r very special for our family…….

Menimbulkan Kembali Rasa Persatuan dan Kesatuan

Akhir-akhir ini, teroris mulai kembali menunjukkan taringnya di Indonesia. Aksi bom sudah dimulai di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Kuningan Jakarta.

Beberapa peristiwa perkelahian pelajar ini bertujuan untuk kembali mengingatkan kita akan arti persatuan, kesatuan dan menimbulkan kembali  rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Akankah kita tercerai berai karena idealisme kita, ego kita, kepentingan golongan dan pribadi kita masing-masing, gengsi kita, fanatisme terhadap agama kita masing-masing.

Kita membutuhkan persatuan dan kesatuan untuk memerangi kekerasan dari para teroris, kecurangan dari para koruptor serta ketidakadilan dan ketidakbenaran yang terjadi selama ini di Indonesia.

Semoga beberapa peristiwa ini kembali mengingatkan kita dan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai:

1 bangsa, bangsa Indonesia

1 bahasa, bahasa Indonesia

SATU NUSA SATU BANGSA

cipt : W.R. Supratman

Satu Nusa satu BangsaSatu Bahasa kita

Tanah air pasti jaya

Untuk s’lama lamanya

Indonesia pusaka

Indonesia tercinta

Nusa bangsa dan bahasa

Kita bela bersama

Cara Instal Font dalam Jumlah Banyak

Kita dalam menggunakan komputer kadang merasa jenuh dengan font standar bawaan OS (dalam hal ini WINDOWS XP) atau disaat komputer kita yang sering kita gunakan untuk kerja terserang oleh virus dan harus diinstal ulang padahal font yg kita instal sebelumnya adalah font untuk kita bekerja. Apalagi sebagai seorang yang bekerjanya berhubungan dengan font-font. Kita sering mencari font-font baru di internet, baik itu yang gratisan atau yang bayar. Setelah kita mendownload font dari internet, otomatis untuk font tersebut bisa digunakan harus di instal ke “C:\WINDOWS\FONTS“. Karena saking banyaknya font yang kita punya, kadang kita lupa apakah font ini sudah diinstal sebelumnya atau belum. Mungkin selama ini cara kita menginstal font adalah proses copy paste dari folder font mentahan kita ke “C:\WINDOWS\FONTS“. Apabila cara ini dilakukan, maka OS akan memberikan peringatan jika font tersebut sudah ada didalam direktori tersebut. Apa jadinya klo kita menginstal lebih dari 100 font sekaligus dan 1/3 dari font yg kita instal tersebut telah terinstal sebelumnya. Maka pekerjaan kita akan terhambat hanya untuk mengklik tombol “YES” dari peringatan tersebut. Lalu bagaimana solusinya supaya kita dapat menginstal font tersebut tanpa mengganggu pekerjaan kita.

Berikut ini ada sedikit trik dari saya, yang saya temukan saat saya harus menginstal 800 font sekaligus.

Trik ini agak sedikit ribet sih…

Yang dibutuhkan :
1. Beberapa atau banyak font yang akan diinstal
2. Program Compressing (winrar, winzip dkk)

Saya menggunakan program winrar

Langkahnya :
1. Masukkan semua font yang akan diinstal ke dalam 1 direktori. Saya menggunakan direktori “FONTS“, terserah mau di drive mana asal tidak di “C:\WINDOWS\FONTS“.

2. Klik kanan pada direktori “FONTS” tersebut yang sebelumnya telah dibuat lalu pilih ‘ Add to “FONTS.rar” ‘ (tanpa tanda ‘ ‘). Tunggu sampai proses compressingnya selesai.

3. Lalu cari “FONTS.rar“.
Misal :
a/ direktori “FONTS” berada di “D:\FONTS” maka cari “FONTS.rar” di “D:\” -> “D:\FONTS.rar“.
b/ direktori “FONTS” berada di “D:\huruf\FONTS” maka cari “FONTS.rar” di “D:\huruf” -> “D:\huruf\FONTS.rar“.

4. Setelah ketemu lalu klik kanan pada “FONTS.rar” dan pilih “Extract files…” maka akan keluar windows “Extraction path & options

5. Pada tab “General” terdapat drive path (seperti WINDOWS EXPLORER) di sebelah kanan bawah yang merupakan path dari komputer masing-masing. Pilih “C:\WINDOWS\Fonts“. Maka pada combobox di bawah tulisan “Destination path (will be created if does not exist)” akan tertera tulisan “C:\WINDOWS\Fonts“.

6. Pada kolom “Overwrite Mode” pilih “Overwrite without prompt” (jika ingin me-replace tanpa ada pemberitahuan) atau “Skip existing files” (untuk melewati file yang sudah ada).

7. Terakhir klik “OK” dan lanjutakan pekerjaan Anda sebelumnya.

Tunggu sampai proses extract selesai.

Apabila terjadi error pada saat proses extract, abaikan saja dan klik tombol paling kiri (saya lupa tulisan tombolnya apa. hehe🙂 ). Hal ini terjadi karena font yang kita instal sedang dipakai oleh OS-nya.

Dan setelah selesai, maka selesai sudah kita menginstal font dalam jumlah yang banyak dengan kondisi tidak tau apakah font yang kita instal ini sudah ada di dalam “C:\WINDOWS\FONTS” atau belum dan akan tanpa  ada pemberitahuan dari OS klo font tersebut sudah ada di dalam “C:\WINDOWS\FONTS“.

Semoga sedikit trik yang ribet ini dapat membantu kita menginstal font dalam jumlah banyak tanpa tau kondisi apakah font tersebut telah terinstal sebelumnya atau belum dengan tidak mengganggu pekerjaan kita.

My First Online Experience

Judul ini akan mengembalikan saya ke tahun 1999 akhir – 2000 awal, untuk tanggal dan bulannya saya sudah lupa. Tapi yang tidak saya lupakan adalah pengalaman pertama yang selanjutnya mengubah jalan hidup saya sampai sekarang.

Perkenalan saya dengan yang namanya internet bermula saat saya kuliah di Jakarta. Pada saat itu saya mengambil kuliah D3 jurusan Teknik Mesin Industri. Saat pertama saya kuliah, saya belum tahu apa itu internet, chatting, browsing, email dkk-nya. Bener-bener gapteklah saat itu. Lalu saya berkenalan dengan adik dari seorang penjual warteg (warung tegal) di depan kos saya. Perkenalan saya ini di semester 4. Pada suatu hari dia telpon ke kos saya, setelah ngobrol ngalor-ngidul akhirnya sampai pada 1 pertanyaan yang sampai sekarang pun saya belum lupa pertanyaannya (karena pertanyaan inilah hidup saya berubah).

Pertanyaan teman saya, “Danu, kamu bisa chatting gak???”.

Lalu saya jawab, “Chatting apaan tuh, klo ceting (tempat nasi – dalam bahasa Jawa) aku tau”.

Lalu dia pun sedikit mengejek saya, “Gimana sih kamu, udah kuliah, di Jakarta lagi masa chatting aja gak tau. Dah sana pergi ke warnet buat cari tau apa itu chatting”.

Karena rasa penasaran dan merasa agak sedikit marah gara-gara di ejek gitu, akhirnya saya berprinsip bagaimana pun caranya saya harus bisa chatting dan kenal yang namanya internet. Untuk datang pertama kali ke warnet pun saya agak takut, bingung dll campur aduk deh jadi satu. Saya pun akhirnya mengajak teman kos untuk mengajari saya tentang internet, chatting dkk-nya. Tapi karena kesibukan teman saya, akhirnya batal deh untuk ngajari. Teman saya pun menyuruh saya untuk datang sendiri ke warnet.

Karena rasa penasaran dan rasa ingin tau yang sudah tidak bisa dibendung lagi, dan dengan mengumpulkan sejumlah keberanian akhirnya ku datangi juga warnet. Waktu pertama datang ke warnet itu, aku juga bingung mau ngapain. Dengan rai gedhek (dalam bahasa Jawa yang artinya tanpa rasa malu) saya pun bilang, “Saya belum pernah maen internet, pengen belajar”. Di warnet itu pun masih ada sisa 1 komputer yang kosong. Akhirnya saya duduk di tempat itu. Disebelah kanan dan kiriku sudah ada orang yang pakai. Alhasil, saya duduk ditengah. Saya pun diajari oleh orang yang duduk disebelah kiriku (maaf bang, namanya saya agak lupa). Pertama kali yang dia ajarkan adalah chatting di MIRC. Untuk pertama kali chatting pun masih deg-degan (karena pada dasarnya saya agak sulit untuk memulai percakapan dengan orang lain). Waktu pertama memulai chatting, saya pun ditanya oleh lawan bicaraku “aslpls”. Lah tambah bingung saya, apa ini “aslpls”. Alhasil saya tanya lagi sama orang yang ngajari saya tadi. Dan orang yang ngajari saya cuma bilang “Jawab aja Umur kamu berapa, M, jkt”. Akhirnya aku nurutin aja tanpa tau arti dari “aslpls” itu sendiri. Tanpa terasa malam semakin larut dan saya banyak mengganggu orang yang ngajari saya tadi.  Pada hari pertama kenal internet, hati saya senangnya minta ampun.

Karena saya tidak puas hanya bisa chatting, akhirnya hari-hari selanjutnya saya sering ke warnet untuk belajar hal lain disamping ber-chatting ria. Tanpa disadari, uang kiriman dari orang tua yang sedikit mepet untuk hidup di Jakarta habis untuk berinternet, saya pun akhirnya memutar otak bagaimana caranya biar saya tetap bisa ber-internet ria. Mungkin karena keseringan saya untuk datang ke warnet itu, sang pemilik pun menawari saya untuk kerja di warnetnya dia. Hari demi hari, saya habiskan di warnet itu sampai saya lupa tugas utama saya yaitu kuliah. Kuliah yang super disiplin aturannya pun saya terbas. Di warnet itu pun saya mendapatkan ilmu baru yaitu tentang komputer. Bagaimana merawat komputer, apa aja isi dari komputer, apa itu OS, bisa apa aja dengan komputer dll. WOW ternyata banyak juga yang bisa dikerjain dengan komputer. Karena jiwa saya yang ingin menjadi seorang pencipta, akhirnya saya temukan jiwa saya di komputer.

Pada suatu hari, saya mendapatkan uang dari kampus sebesar Rp. 360.ooo yang katanya uang beasiswa selama 1 tahun. Tapi apa pun alasannya buat saya gak berpengaruh. Uang tersebut merupakan berkah buat saya, akhirnya saya pun bisa ber-internet ria dengan sedikit longgar. Uang tersebut habis hanya untuk mencari ilmu tentang internet. Aku pun mencari-cari informasi lewat internet, apa itu “aslpls”, apa itu hacking, apa itu software ini itu dkknya. Akhirnya aku temukan arti “aslpls”. Karena semakin keranjingannya saya dengan internet, tidur pun mulai tak teratur, sering keluar dan gak pulang ke kos dan kalau pulang pun sering larut malam dan alhasil harus lompat pagar kos-kosan, sering bolos kuliah, makan tak teratur. Sampai-sampai badan saya kurus dan pemilik kos pun mengira saya pakai narkoba. Karena sudah semakin suka ama komputer, saya pun minta orang tua buat beliin komputer. Dari hari ke hari, semakin merengek untuk dibeliin komputer. Akhirnya papa saya pun datang ke Jakarta hanya untuk beliin komputer.

Karena sudah tidak terkontrol lagi kegiatanku dengan internet, akhirnya pada awal ajaran baru, waktu itu saya menginjak semester 5 awal dan tinggal 1 semester (sekitar 8-10 bulan) lagi saya lulus. Baru masuk sekitar 2 bulan, tapi saya sudah bolos 1,5 bulan, akhirnya saya mengeluarkan diri dari kuliah dengan alasan yang mungkin tidak masuk akal, “Ini bukan jiwa saya, jiwa saya dikomputer”. Orang tua pun langsung marah, nangis, sakit hati, harapannya hancur (mohon maaf papa, mama).

Setelah keluar, saya pun harus kembali ke Solo. Di Solo pun saya tidak langsung menghentikan kegiatan be-rinternet. Saya pun semakin mengenal dunia maya dan komputer semakin dalam lagi. Saya lebih mengenal apa itu bahasa pemrograman, apa itu web developer. Puji Tuhan, orang tua masih memberikan kesempatan untuk saya kuliah lagi. Tahun 2001, akhirnya saya memutuskan untuk kuliah lagi dan kuliah di Yogyakarta di salah satu universitas swasta. Di Yogya, saya semakin keranjingan saja dengan yang namanya komputer. Gimana gak, banyak persewaan CD Software murah dan syarat yang mudah (modal KTM dan uang Rp. 2500 udah dapat 1  CD Software dengan isi software apa aja). Warnet super murah, hanya modal Rp. 3000 untuk satu jam di jam biasa dan Rp. 1500 untuk happy hour (jam 12 malam – 6 pagi). Cocok sekali nih untuk kantong seorang mahasiswa. Selain itu banyak temen yang mendukung. Di Yogya inilah saya menambah ilmu saya didunia internet. Baik dari hacking, carding, setting internet, bikin web, bikin aplikasi client server, cara setup komputer yang bagus dll.

Ini sedikit pengalaman pertama saya mengenal internet dan komputer.

Terima kasih ke :

Mbak Muti (penjual warteg) dan adiknya (yang ngejek saya dan mengubah jalan hidup saya).

Bang Ucok (Sebastian) : pemilik warnet yang ngajari saya tentang komputer dan ngajak saya kerja diwarnetnya)

Kakaknya bang Ucok : yang ngajari saya pertama kali gimana chatting di MIRC.

Bang Alex : yang tidak boleh pinjem bukunya yang membuat saya semakin penasaran dan belajar lebih keras.

Temen-temen di warnet dulu tempat saya kerja.

Client-client saya yang mempercayakan softwarenya untuk dibuat oleh saya.

Inilah Sepuluh Inovasi Teknologi Bionik Terbaru

Willy Haryono

20/07/2009 08:51

Liputan6.com, Cambridge: Para ilmuwan di dunia sudah semakin dekat dalam mewujudkan mimpi menciptakan manusia baru, setidaknya manusia bionik. Dengan teknologi sekarang, kita dapat mereplikasi atau memperbaiki sejumlah organ dan bagian tubuh dari yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Berikut adalah daftar sepuluh teknologi bionik 2009 versi Livescience.

1. Mata Bionik
Seperti sudah dipaparkan sebelumnya, mata bionik memberikan secercah harapan pada penyandang tunanetra di seluruh dunia [baca: Mata Bionik untuk Tunanetra]. Pasalnya, mata palsu itu membantu fungsi retina yang rusak dengan mekanisme yang cukup rumit. Segala informasi visual yang terekam oleh sebuah kamera mini di mata bionik, diproses menjadi sinyal elektronik dan dikirimkan pada implan elektroda. Dengan begitu, tunanetra diharapkan dapat melihat seperti orang normal. Menurut Dr. John Pezaris dari Universitas Harvard, Cambridge, mata bionik akan bekerja lebih baik pada tunanetra yang sebelumnya tidak buta.

2. Protein Tulang Jitu
Sejak 1960, para peneliti telah mengetahui sebuah protein yang mampu memperbaiki jaringan tulang yang rusak. Namun sayang, teknologi tersebut tidak bekerja sempurna. Terkadang, tumbuh jaringan tulang yang salah atau bahkan tumbuh tulang pada bagian yang seharusnya tidak tumbuh. Pada 2005, ilmuwan asal University of California, Los Angeles, (UCLA) menggunakan protein UCB-1 yang dapat menstimulus pertumbuhan tulang pada jaringan yang tepat.

3. Pankreas Portabel
Menurut Aaron Kowalski, kepala proyek riset di the Juvenile Diabetes Research Foundation, pankreas buatan yang mampu memonitor gula darah dan kadar insulin dalam tubuh seseorang akan dilempar ke pasar dalam waktu dekat. Ia mengatakan alat ini mengombinasikan dua teknologi, yaitu pompa insulin dan monitor glukosa berkelanjutan. Dengan alat ini, penderita diabetes yang tergantung pada insulin akan lebih mudah menjalani hidup secara normal.

4. Lidah Super Sensitif
Profesor komputer dan mesin elektrik asal Universitas Texas di Austin, Texas, Dean Neikirk, menciptakan lidah elektronik yang dapat menganalisis cairan dan menentukan kandungan kimianya secara tepat. Lidah ini menggunakan mikrosphere, semacam sensor mini yang berubah warna jika terekspos pada target spesifik, seperti berbagai jenis sugar. Alat ini hanya bisa merasakan rasa “enak” secara kimiawi.

5. Tangan Mekanik
Pasien amputasi pada bagian tangan kini boleh merasa sedikit lega. Pasalnya, Dr. Todd Kuiken dari Institut Rehabilitasi Chicago berhasil membuat tangan mekanik yang berfungsi hampir sama dengan tangan sungguhan. Tangan ini tersambung ke otak oleh sejumlah saraf motorik buatan. Jika sang pemakai ingin menggerakkan tangannya, saraf-saraf yang seharusnya mengirim sinyal pada tangan sungguhan beralih menuju tangan mekanik.

6. Lutut Pintar
Lutut adalah bagian tubuh yang tidak mempunyai kemampuan berpikir dengan sendirinya. Namun tidak begitu dengan lutut bionik buatan The Massachusetts Institute of Technology (MIT) bernama RHEO. Alat ini memiliki kepintaran buatan yang akan memberikan rasa nyaman pada penderita kelumpuhan. RHEO akan mempelajari cara berjalan sang pengguna dan mendeteksi medan seperti apa yang sedang ditapaki dengan menggunakan semacam sensor.

7. Ginjal Portabel
Menyingkirkan racun dalam darah dan menjaga kadar cairan tubuh selalu seimbang adalah rutinitas yang harus dijalani penderita gagal ginjal. Untuk melakukan itu, mereka harus menggunakan mesin dialisis yang biasanya berukuran sebesar pengering pakaian. Singkirkan alat itu karena ginjal portabel berukuran kecil dan berbobot ringan telah hadir di hadapan kita. Walau mini, alat buatan Martin Roberts dan David B.N. Lee asal UCLA bekerja lebih baik ketimbang mesin dialisis konvensional. Ginjal buatan ini dapat bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, seperti layaknya ginjal sungguhan.

8. Sel Artifisial
Terkadang, untuk mengantarkan efek obat ke lokasi tepat di dalam tubuh, sebuah pil atau injeksi saja tidak cukup. Daniel Hammer, profesor biologi asal Universitas Pennsylvania mempunyai metode lain, yaitu menggunakan sel buatan. Sel yang terbuat dari polimer ini dapat meniru fungsi sel darah putih yang menjelajahi seluruh jaringan tubuh. Kreasi mengagumkan bernama c ini mampu mengirim obat-obatan menuju tempat yang dibutuhkan, membuat perjuangan melawan sejumlah penyakit seperti kanker menjadi lebih mudah.

9. Tubuh Lama, Penis Baru
Disfungsi ereksi dapat menjadi momok menakutkan bagi hampir semua pria di dunia ini. Tak usah ditanya mengapa, karena seks terkadang dianggap segalanya oleh kaum adam. Untungnya, Anthony Atala dan tim dari Universitas Wake Forest, AS, sukses mengembangkan jaringan organ bernama corpora cavernosa, jaringan berlubang yang diisi darah saat ereksi terjadi. Percobaan dilakukan dengan mengkebiri kelinci dewasa. Setelah beberapa bulan, jaringan baru terbentuk dan sang penis sudah bisa “berjaya” kembali.

10. Memindahkan Otak
Mengganti beberapa bagian otak tidaklah semudah mengganti bagian tubuh lain seperti tangan atau kaki. Namun, hal itu mungkin dilakukan pada masa mendatang. Pasalnya, profesor Theodore Berger asal University of Southern California telah menciptakan chip komputer yang mampu menggantikan hippocampus, bagian otak yang mengontrol ingatan jangka pendek dan pemahamam spasial. Chip ini mampu menormalkan fungsi otak penderita penyakit Alzheimer dan stroke. (Livescience/YUS)

Sumber : http://tekno.liputan6.com/berita/200907/237645/Inilah.Sepuluh.Inovasi.Teknologi.Bionik.Terbaru

Daftar Sepuluh Planet Tahun 2009

Willy Haryono

17/07/2009 00:38

Liputan6.com, Florida: Alam semesta begitu luas. Planet yang dihuni manusia, planet bumi adalah satu dari seribu, sejuta, atau bahkan satu dari triliunan planet yang tersebar di angkasa luar. Berdasarkan fakta tersebut, tentunya anda pernah atau sering beranggapan mungkin ada kehidupan lain selain di bumi. Para ilmuwan meyakini kemungkinan tersebut ada dan dari waktu ke waktu terus berusaha mencari petunjuk untuk menemukan dunia baru.

Pada tahun 1990, para ilmuwan menemukan secercah harapan dengan menemukan sejumlah planet di luar tata surya (exoplanet). Planet-planet tersebut sangat beragam. Mulai dari planet api, planet berukuran raksasa, planet berbatu, planet yang tidak memiliki bintang, dan banyak lagi. Hingga kini, penemuan exoplanet mencapai 230 planet. Berikut adalah daftar sepuluh exoplanet 2009 versi Space.com.

1. Sang Kuda Api

Planet 51 Pegasi b adalah exoplanet pertama yang ditemukan para pemburu planet pada 1990. Planet mirip Jupiter, namun bertemperatur panas ini diberi julukan Bellerphon, pahlawan mitos Yunani yang menjinakkan kuda bersayap Pegasus. Pemberian julukan tersebut berdasarkan gugus bintang Pegasus, lokasi planet itu.

2. Tetangga Terdekat Bumi

Berjarak hanya 10,5 tahun cahaya, Epsilon Eridani b adalah exoplanet terdekat dengan bumi. Planet tersebut mengorbit jauh dari bintangnya sehingga air atau kehidupan mustahil ada.

3. Planet Tanpa Bintang

Terdapat sejumlah exoplanet yang memiliki bintang atau matahari lebih dari satu, bahkan hingga memiliki tiga matahari. Lain halnya dengan Planemos. Planet tersebut hanya “mengambang” begitu saja tanpa mengitari bintang apa pun.

4. Si Gesit

Planet SWEEPS-10 hanya berjarak 740.000 mil dari bintangnya. Saking dekatnya, planet yang disebut ultra-short-period planets (USPPs) itu hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari untuk mengorbit. Satu tahun di sana sama dengan sepuluh jam di bumi.

5. Dunia Api dan Es

Planet ini “terkunci” pada bintangnya, sama seperti bulan yang selalu menjadi satelit bumi. Jadi, satu sisi dari planet Upsilon Andromeda b selalu menghadap ke sana. Posisi ini menciptakan temperatur paling tinggi yang sejauh ini diketahui para astronom. Satu sisi planet sangat panas bagai lahar, sedangkan sisi lainnya bertemperatur sangat dingin.

6. Cincin Raksasa

Planet yang mengorbit pada bintang Coku Tau 4 ini adalah exoplanet termuda yang berumur kurang dari satu juta tahun. Para astronom mendeteksi keberadaan planet ini dari lubang besar dari cincin planet tersebut. Lubang tersebut berukuran sepuluh kali lebih besar dari bumi.

7. Si Tua Bangka

Planet tertua yang juga disebut primeval world ini berumur kurang lebih 12,7 miliar tahun. Para ilmuwan menduga planet tersebut terbentuk delapan miliar tahun silam sebelum bumi terwujud dan hanya berselisih dua miliar tahun dari kejadian Big Bang. Penemuan ini menimbulkan wacana bahwa kehidupan mungkin terjadi lebih awal dari yang diduga selama ini.

8. Planet yang Menyusut

Serupa dengan SWEEPS-10, planet HD209458b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga atmosfer planet tersebut tersapu oleh angin stellar. Sejumlah ilmuwan mengestimasi planet tersebut kehilangan sepuluh ribu ton material setiap detiknya. Pada akhirnya, mungkin hanya inti dari planet itu yang akan tersisa.

9. Si Atmosfir Tebal

Planet HD 189733b adalah planet pertama yang atmosfernya “tercium” oleh para ilmuwan. Dengan menganalisis cahaya dari sistem bintang planet itu, astronom mengatakan atmosfir planet tersebut tertutup oleh semacam kabut tebal serupa dengan butiran pasir. Sayangnya, air tidak terdeteksi di planet tersebut. Namun, pemburu planet menduga ada kehidupan di balik kabut tebal itu.

10. Kembaran Bumi?

Gliese 581 C adalah exoplanet yang saat ini banyak menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia. Pasalnya, planet terkecil di luar sistem tata surya ini berada di “zona aman”. Artinya, planet ini terletak tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dengan bintangnya, sama seperti posisi bumi kita dengan matahari. Penemuan ini menaikkan probabilitas terdapat air atau bahkan kehidupan di sana. Planet ini 50 persen lebih besar dan lima kali lebih masif dari bumi.

Mungkinkah ada kehidupan lain di luar sana? Para ilmuwan mengatakan dapat lebih menguak hal tersebut pada tahun 2013, saat pengerjaan teleskop berteknologi tinggi bernama James Webb Space Telescope (JWST) rampung.(ANS)

Sumber : http://tekno.liputan6.com/berita/200907/237317/Daftar.Sepuluh.Planet.Tahun.2009

Ledakan Bom JW Marriott dan Ritz Carlton, antara Kejahatan Manusia dan Penggagalan Pilpres

Hari ini, 17 Juli 2009 antara pukul 07.40 – 07.55 Indonesia kembali diguncang dengan kabar meledaknya bom di Ritz Carlton dan JW Marriott. Untuk JW Marriott, ini adalah kali kedua peristiwa meledaknya bom di hotel tersebut yang sebelumnya Agustus tahun 2003 telah terjadi juga peledakan bom dari sebuah mobil box yang diparkir di depan dari hotel tersebut. Ledakan bom saat ini terjadi di masing-masing restoran dari kedua hotel tersebut. Syailendra di Marriott dan Restoran Airlangga di Ritz-Carlton

Saat ini terdapat telah terdapat 9 korban tewas dan 50 korban lainnya luka-luka. Adapun rincian korban tersebut adalah sebagai berikut :

Korban Luka : 1 orang korban di RS Pusat Pertamina 10 orang di Rumah Sakit Jakarta 29 orang di RS MMC Jakarta 1 orang di RS Medistra Korban Tewas : 6 orang di Hotel JW Marriott 2 orang di Hotel Ritz-Carlton 1 orang meninggal di RS Medistra (sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/17/10521964/polri.9.korban.tewas.dan.50.luka-luka.)

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menyatakan, Jakarta dalam keadaan siaga satu menyusul adanya ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (17/7) pagi tadi. (sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/17/16225393/Kapolri.Jakarta.Siaga.1)

Aksi peledakan ini pun juga membuat tegang Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Made Mangku Pastika adalah mantan perwira tinggi polisi berbintang tiga yang lama bergelut di reserse. Dalam karirnya, ia memimpin penangkapan sejumlah tersangka pelaku peledakan bom Bali.(sumber : http://regional.kompas.com/read/xml/2009/07/17/16575653/Gubernur.Bali.Tegang)

Setelah dilakukan penyisiran di TKP, polisi menemukan bom aktif di dalam sebuah tas laptop. Bom tersebut ditemukan di kamar 1808 hotel Ritz Carlton Kuningan Jakarta. Bom tersebut masih aktif dan sudah dapat dijinakkan oleh satuan penjinak bom.(sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/17/16431623/Punya.Info.Tentang.Bom.Ritz.Calrton.Hubungi.0811877878)

Terkait ledakan tersebut, presiden SBY membeberkan salah satu temuan badan intelejen dalam konferensi pers di kantornya di kompleks Istana Negara.  (sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/17/1432386%20/presiden.beberkan.temuan.intelijen.quotsby.jadi.targetquot). Presiden SBY juga mengatakan dalam konferensi pers di kantornya di Kompleks Istana Negara, “Diketahui ada rencana untuk melakukan tindak kekerasan dan melawan hukum berkaitan dengan hasil pemilu. Juga ada rencana pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil suara diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang. Ini bukan rumor, bukan gosip. Bahkan ada pernyataan kita bikin Indonesia seperti Iran. Bagaimanapun juga SBY jangan sampai dilantik. Saudara bisa artikan pernyataan seperti itu,”.(sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/17/1504269/presiden.ada.yang.menginginkan.kekacauan.pascapilpres).

Reaksi pun keluar dari ketua PDIP, Megawati Soekarnoputri tentang peledakan tersebut. Megawati mengatakan bahwa ini adalah kejahatan manusia yang harus dilenyapkan dari muka bumi.(sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/17/17081394/mega.ini.kejahatan.kemanusiaan). Selain itu, Mega pun juga meminta semua pihak termasuk pemerintah tidak memolitisasi masalah yang dinilainya sebagai tindakan kejahatan kemanusiaan terkait pernyataan Presiden SBY yang mengaitkan masalah peledakan dengan ketidakpuasan penyelenggaraan pemilu presiden (sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/17/17081394/mega.ini.kejahatan.kemanusiaan).

Efek lain yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut adalah batalnya kesebelasan MU untuk bertandang ke Indonesia melawan kesebelasan Indonesia All Star yang dijadwalkan akan bertanding pada tanggal 20 Juli 2009.

Apakah benar ada indikasi penggagalan pemilu atau hanya kejahatan manusia yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab??

Mari kita tunggu bersama kelanjutannya dari para Polisi, BIN dan instansi terkait.

Andalah, para pembaca yang akan menilainya..