Archive

Archive for February, 2008

BPOM VS IPB, Susu Formula

Kamis (28/2), Sri Estuningsih, pengajar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor yang juga salah satu peneliti susu formula dan makanan bayi mempublikasikan hasil penelitiannya ke masyarakat Indonesia bahwa terdapat bakteri E. Sakazakii dalam kandungan susu formula dan makanan bayi tersebut. Tentunya publikasi tersebut membuat telinga Menteri Kesehatan Siti Fadilah memerah. Bantahan pun keluar dari Menkes.

Apabila masyarakat mau lebih tenang dan berfikir lebih jernih, pastilah tidak akan timbul banyak kepanikan yang sekarang terjadi. Dari kejadian tersebut ada beberapa hal yang mengusik hati saya.

Read more…

Prediksi Presiden 2009

Beberapa prediksi calon presiden tahun 2009

1 SBY : Koruptor berkurang, tapi aset negara banyak yang gak balik. Banyak penggusuran disana sini, kebudayaan Indonesia sedikit demi sedikit akan hilang di klaim ama Malaysia bahkan rakyatnya akan saling bunuh sesama bangsanya sendiri.
2. Megawati : Negara Indonesia dan aset-asetnya akan jadi milik bangsa asing lagi. Bisa jadi negara Indonesia cuma Jakarta aja. BUMN yang lain entah kemana. Bisa jadi PLN di beli Belanda menerapkan kincir anginnya untuk pembangkit listriknya, Pertamina di beli negara2 Timur Tengah biar negara mereka lebih kaya dengan expansi ke Indonesia, Telkom dibeli ma Singtel. Abis deh Indonesia.
3. Bang Yos : Indonesia akan dijadikan lahan dari proyek ambisiusnya. Masalah baru yang akan datang ntar dipikirin belakangan, yang penting ambisinya terpenuhi. Indonesia akan penuh dengan busway, monorel, transportasi air meskipun tidak punya dana untuk membuat shelter2nya.
4. Sri Sultan Hamengkubowono X : OKlah untuk daerah Yogya, karena memang kekuasaan, wibawa, karisma beliau di Yogya masih diperhitungkan. Untuk seluruh masyarakat Indonesia masih perlu dipertanyakan. Bisa-bisa negara ini akan kembali ke jaman Mataram, Sriwijaya,dll. Wah akan ada Ken Arok, Ken Dedes, lagi nih. (Sekalian aja tuh Gajah Mada disuruh hidup lagi buat mimpin nih negara). Tapi bagusnya klo perang lawan negara lain, Indonesia gak perlu beli senjata canggih, pake santet aja or Nyi Roro Kidul yang disuruh perang. Bubar semua deh tuh negara asing.
5. Wiranto : akan banyak terjadi pelanggaran HAM lagi nih. Akan semakin banyak orang hilang tak jelas entah kemana perginya.
Read more…

Categories: Opini Bangsa

Pembatasan BBM Diantara Penghematan dan Konflik Horizontal

Disaat kondisi ekonomi yang semakin terpuruk, BBM pun meroket menjebol cakrawala APBN Indonesia.  Hal ini membuat pemerintah memutar otak 1000 kali guna penghematan BBM yang masih tersisa. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah adalah pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dengan menggunakan Smart Card sebagai pengontrolnya. 

Apabila hal tersebut jadi terlaksana, berapa lagi dana APBN yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk pengadaan infrastruktur tersebut. Apakah dana untuk hal tersebut sepadan dengan penghematan yang ingin dilakukan. Lalu bagaimana dampak sosial yang akan ditimbulkan dengan adanya pembatasan BBM bersubsidi tersebut. Dan apakah masyarakat Indonesia sudah cukup siap untuk menerima solusi tersebut. 

Banyak dikeluhkan dikalangan masyarakat miskin Indonesia, bahwa untuk membeli kebutuhan sehari-hari aja mereka sudah bingung. Apabila terjadi pembatasan BBM maka akan semakin sulit mereka untuk melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Apabila hal tersebut terjadi maka semakin sulitlah mereka untuk mencari isi perut mereka. Jika mereka tidak menggunakan kendaraan pribadi, alternatif lain adalah menggunakan kendaraan umum. Namun, jika kebijakan tersebut berlaku di tanah Indonesia maka harga dari kendaraan umum tersebut akan meningkat drastis. Hal ini berdampak pada meroketnya kebutuhan masyarakat Indonesia. 

Jika hal tersebut diatas benar-benar terjadi di Indonesia, maka DPR pun tidak akan tinggal diam untuk ikutan meminta kenaikan gaji mereka dengan 1001 macam alasan yang mereka ajukan ke forum di gedung “terhormat” tersebut. Pastilah hal ini akan menimbulkan jurang kecemburuan sosial yang semakin dalam dan pada akhirnya akan terjadilah conflict horizontal antar warga. 

Apakah kebijakan tersebut benar – benar telah dibutuhkan oleh rakyat Indonesia? Ataukah kebijakan tersebut kebijakan “panik” / shock terapy untuk masyarakat Indonesia? 

Dilaporkan langsung oleh Reporter Bangsa Sekarat dari Istana Rakyat Menjerit Indonesia 

Untuk Radio Kritis Bangsa 86.86 Mhz

Kapitalis Terlindungi, Rakyat Tertindas

Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya memberantas peredaran software bajakan. Microsoft, sang raksasa software meminta perlakuan khusus ke pemerintah Indonesia untuk mengamankan software-software mereka.  Di sisi lain, kebutuhan software Microsoft untuk masyarakat Indonesia di dunia IT (khususnya para pengguna awam) masih terlalu tinggi. Sedangkan daya beli masyarakat untuk membeli software-software dari Microsoft masih terlalu rendah dan salah satu solusinya adalah meminjam software-software tersebut di rental software yang ada.  Selain itu para pelaku IT telah menyediakan solusi lain yaitu dikeluarkannya software-software open source, namun sangat disayangkan bahwa software open source tersebut masih belum familiar untuk para pengguna IT yang masih awam.

Undang-undang HAKI yang dikeluarkan oleh DPR, sangat-sangat menguntungkan para kapitaslis IT.  Dengan semakin gencarnya para aparat keamanan men-sweeping software bajakan, semakin haramnya software bajakan tersebut di tanah Indonesia. Hukum yang diterapkannya pun selevel dengan hukum narkoba. Hal ini mengakibatkan meningkatnya level keharaman dari software bajakan tersebut. Software bajakan seolah barang sangat terlarang di Indonesia. Padahal, dengan adanya software-software bajakan tersebut memberikan kontribusi untuk para pelaku IT.

Alangkah kasihannya para mahasiswa IT dengan kantong yang minim. Di satu sisi mereka ingin menambah skill mereka sesuai tuntutan bursa kerja yang nantinya akan mereka masuki namun di sisi yang lain keinginan mereka terbelenggu dengan adanya undang-undang yang menguntungkan para kapitalis IT. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan hadirnya software bajakan tersebut sangat membantu mahasiswa atau pun pelaku IT yang lain dalam mengembangkan skill mereka.

Dilaporkan langsung dari Pasar Software Bajakan Indonesia

Oleh Reporter Bangsa Sekarat untuk Radio Kritis Bangsa 86.86 Mhz

Categories: Opini Bangsa

Simbol Rakyat Yang Makin Sejahtera

Judul tersebut dikatakan oleh Wakil Sekjen DPR Nining Indra Saleh. Wow kata-kata yang sangat fantastis dan bombatis untuk suatu negara yang tidak sejahtera sama sekali. Apakah para wakil rakyat tidak pernah melihat keadaan yang sesungguhnya di Indonesia ini atau pura-pura tidak melihat atau kata-kata tersebut sebagai ujung tombak untuk memuluskan niat mereka. Kemanakah mereka selama ini? Tour keluar negeri, tidur di dalam gedung dewan yang selalu sejuk?
Wahai wakil rakyat, nih rakyatmu ada yang meninggal gara-gara gizi buruk, nih rakyatmu ada yang bingung dengan harga kebutuhan sembako yang dari hari ke hari selalu meningkat drastis, nih rakyatmu yang selalu menangis meratapi nasibnya yang tidak diterima oleh rumah sakit manapun juga karena kemiskinan mereka atau tidak adanya jaminan buat mereka, nih rakyatmu yang selalu mengantre minyak tanah yang didapatkan hanya beberapa liter saja.
Dengan alasan meningkatkan kinerja para dewan, mereka selalu membuat sensasi di tengah penderitaan rakyat. Apakah selama ini, fasilitas yang diperoleh para anggota dewan kurang meningkatkan kinerja mereka? Hasil apa yang sampai sekarang mereka dapat dengan fasilitas yang telah mereka terima. Nol, semuanya Nol, dan tanpa keberpihakan terhadap rakyat.
Apakah hati kecil para wakil rakyat tersebut telah mati, sampai-sampai tidak peduli dengan penderitaan rakyat, tangisan bayi yang kekurangan gizi, teriakan-teriakan rakyat yang tidak diterima oleh rumah sakit manapun karena keterbatasan dana atau tidak adanya jaminan buat mereka. Apakah mata hati mereka tertutup dengan nikmatnya uang yang bergelimang. Jangan-jangan mata mereka benar-benar telah buta dengan gemerlapnya ratusan juta.
Pertanyaan yang sekarang adalah sudah benarkah apa yang diungkapkan oleh Nining Indra Saleh tersebut? Sudahkah pas-kah keadaan Indonesia sekarang ini untuk suatu ungkapan ambisius dan arogan tersebut?
Janganlah munafik di depan publik. Kelihatannya engkau selalu melakukan amal dan disiarkan oleh seluruh pers Indonesia, namun sebenarnya engkau adalah BAJINGAN ber-krah putih.

Dilaporkan langsung dari depan Gedung Rakyat Menjerit
oleh Reporter Bangsa Sekarat untuk Radio Kritis Bangsa 86.86 Mhz

Categories: Opini Bangsa